Pria tak Dikenal Lempar Cairan Busuk ke Caddy

0
54

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Kampung Sanding RT 11/05 Desa Bojong Nangka dikejutkan dengan kejadian penyiraman cairan berbau busuk dan berlendir yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal kepada 2 orang pegawai caddy yang sedang melintas di lokasi tersebut, Senin (7/7).

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan kabar dari Babinmas perihal adanya kejadian penyiraman air berbau busuk kepada 2 orang wanita pekerja caddy.

“Kejadian berawal pada malam Senin kemarin saat 2 orang pekerja caddy yang kebetulan ngontrak di wilayah Desa Bojong Nangka, waktu itu R dan N yang kebetulan baru pulang kerja dan melintasi wilayah Sanding sekitar pukul 22.30 wib berpapasan dengan pria yang tidak dikenal dan spontan pria tersebut menyiramkan cairan berbau busuk dan berlendir yang mengenai baju dan wajah korban,” kata H.Amir.

Menurutnya, daerah tersebut memang sepi dan perihal pemberitaan yang beredar bahwa ada penyiraman air sperma itu belum bisa dipastikan karena korban sendiri tidak menyebutkan itu cairan apa hanya baunya busuk dan berlendir yang disiramkan kepada korban dengan menggunakan wadah air mineral.

“Mendengar ada kejadian tersebut kami Pemerintah Desa Bojong Nangka langsung mendatangi kediaman korban bersama dengan Babinmas, Babinsa dan staf desa untuk memastikan cerita yang sebenarnya seperti apa, dan menurut korban R dan N sendiri memang tidak pernah bicara bahwa cairan yang dilemparkan oleh pria tak dikenal tersebut adalah cairan sperma,” kata H.Amir saat dimintai keterangan di ruang kerjanya.

Hal senada dikatakan Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Didin Komarudin S.H saat disambangi Jurnal Bogor mengatakan, belum bisa menyimpulkan cairan apa karena baru mau dibawa ke laboratorium untuk memastikannya.

“Mendengar pemberitaan tersebut anggota kami Babinmas langsung mendatangi korban R dan N untuk memastikan kejadian persisnya seperti apa?, namun untuk korban sendiri memang tidak membuat laporan ke Polsek Gunung Putri perihal penyiraman cairan yang dilakukan oleh pria tak dikenal tersebut,” kata Kanit.

“Jadi Babinmas hanya menanyakan apa korban ingin membuat laporan pada pihak kepolisian  atau tidak, dan korban pun hanya menceritakan kejadian tersebut kepada rekannya hingga tidak pernah menduga jika cerita tersebut bisa menjadi berita, yang korban sendiri tidak pernah menyebutkan  bahwa cairan tersebut adalah cairan sperma,” jelas Kanit Reskrim Gunung Putri.

Ia melanjutkan, kejadian ini merupakan kejadian yang kedua kalinya, menurut keterangan  korban bahwa 4 bulan lalu pernah terjadi kejadian yang sama, korbannya wanita juga namun belum bisa memastikan apakah pelakunya sama atau berbeda.

“Walaupun korban tidak membuat laporan polisi perihal kejadian yang menimpanya, pihak kepolisian Polsek Gunung Putri akan mencari pelaku penyiraman cairan berbau tersebut, untuk memastikan motifnya karena ini merupakan kejadian yang ke-2 kalinya, jika dibiarkan pelaku bisa saja melakukan hal serupa yang nantinya akan meresahkan masyarakat terutama kaum wanita,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat dan muda-mudi khususnya wanita untuk tidak melintasi tempat-tempat yang sepi apabila berjalan sendiri atau dengan sesama teman wanita. Upayakan ada pria yang mendampingi guna mengantisipasi kekerasan dan kejadian yang tidak diinginkan, dan apabila memang tidak dalam keadaan mendesak lebih baik tidak keluar rumah mengingat saat ini masih dalam situasi PSBB.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here