Pra AKB Dijalani Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Hal itu lantaran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengizinkan Kota Hujan menerapkan fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi PSBB, Bogor, Depok dan Bekasi. Kota Bogor mempunyai indeks penularan Covid-19 terendah yakni 0,33.

Selain itu, kata Bima, Kota Bogor menjadi daerah di Jawa Barat yang terbaik dalam pemakaman dan layanan kesehatan. Kendati demikian, Kota Hujan diminta tetap waspada lantaran wilayahnya berdekatan dengan DKI Jakarta, yang angka penularannya masih tinggi. “Jadi kami diizinkan untuk masuk Pra AKB. Dan bidang-bidang tertentu dibuka secara bertahap,” kata Bima.

Bima mengaku telah meminta izin kepada Ridwan Kamil untuk mengizinkan kembali ojek online mengangkut penumpang, memperbolehkan hotel menyelenggarakan resepsi perkawinan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Untuk sektor wisata akan dibuka secara bertahap. Nanti bakal dilihat kesiapan masing-masing tempat seperti saat membuka mall saja,” ungkapnya.

Menurutnya, sejauh ini baru dua tempat wisata yang mengajukan untuk buka yakni Kebun Raya Bogor (KRB) dan Kuntum di kawasan Tajur. “Pra AKB ini akan dimulai 3 Juli sampai sebulan kedepan,” katanya.

Sedangkan untuk sekolah dan pusat kebugaran belum dapat dibuka lantaran harus melewati kajian. “Tempat-tempat itu kan kontak fisiknya sangat erat. Begitu juga soal wisata air seperti kolam renang. Sebenarnya dari Kementerian Kesehatan sudah ada protokolnya. Tapi nanti akan dikomunikasikan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” ungkapnya.

Dalam penanganan wabah Covid-19, Pemkot Bogor fokus kepada mitigasi corona melalui detektif covid. Kemudian, pemerintah menargetkan melaksanakan delapan ribu swab test. “Saat ini sudah 4 ribu swab test dilakukan seeta diperkuat dengan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kata Bima, Ridwan Kamil meminta agar Pemkot Bogor memperketat protokol kesehatan. “Kami membentuk relawan, ada perawat dan masyarakat umum. Kemudian pemerintah akan mengucurkan APBD dan menurunkan di tempat umum. Kami juga populerkan goyang AKB agar masyaralat menjadi sadar menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan.

Disinggung soal bantuan dana Bansos untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bima mengaku bila pekan ini akan segera dicairkan. Namun, permasalahannya masih ada data baru yang masuk.

“Minggu ini dicairkan, karena masuk lagi data yang kurang tepat ada sekian ribu. Jadi sedang diverifikasi, data awal kan 23 ribu, yang lancar 17 ribu akan nambah lagi 6 ribu dan saat ini masih tahap verifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa pada Rabu (1/7) tidak ada penambahan jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Jumlahnya tetap 182 orang. Sedangkan pasien yang sembuh tambah 1 sehingga menjadi 118, dan tak ada penambahan pasien meninggal dunia,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, pemkot sedang melaksanakan kajian terkait prediksi epidemiologi soal puncak penyebaran Covid-19 di Kota Bogor saat  September hingga Januari 2021, dengan jumlah kasus mencapai 72 ribu. “Makanya kita harus waspada, mitigasi mesti dikuatkan,” paparnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here