Sarni: Dua Rumah Urgen Harus Segera Ada Penanganan

0
46

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Kedua  rumah milik Lilis (25), warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04, serta rumah milik Emur (60) RT 04 RW 05, Kampung Panjaungan, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung yang ambruk rata dengan tanah akibat hujan besar terjadi beberapa waktu lalu, menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sarni. Dia meminta Pemkab Bogor dalam hal ini BPBD harus segera melakukan penanganan.

Sarni yang merupakan politisi Partai Gerindra ini meminta Pemkab Bogor  segera merealisasikan bangunan rumah karena kondisinya darurat.” Kami tau BPBD sudah turun dan sudah melihat kondisi kejadian, mudah-mudahan untuk segera ada penanganan serius kedua rumah tersebut bisa segera dibangun,” kata dia.

Menurut Sarni, anggaran APBD Kabupaten Bogor saat ini memang difokuskan untuk penanganan  Covid -19, akan tetapi itu bisa disiasati karena kondisinya  urgen. “Namanya darurat ya harus segera,” papar Sarni.

Sebelumnya diberitan Jurnal Bogor, orang tua Lilis, Omah mengaku kaget melihat kondisi rumah anaknya porakporanda rata dengan tanah. Janda 4 anak  berusia 50 tahun ini tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi. Omah menjelaskan, 5 bulan terakhir ini, rumah anaknya sudah tidak ditempati karena khawatir sewaktu waktu  ambruk dan mengancam keselamatan jiwa anaknya.

“Melihat kondisi rumah yang ditempati anak, sebelumya kami sarankan untuk segera pindah ketempat yang lebih aman,” tutur Omah yang kesehariannya menjadi pedagang gorengan bercerita, mantu dari suami Lilis telah meninggal dunia sebelum lebaran  Mei 2020 dan meninggalkan kedua anaknya tanpa seorang ayah.” Sambil terbata-bata ia berharap adanya bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya seperti sedia kala.

Bagian asesmen  BPBD Haerudin menyatakan, pihaknya diminta bagian Kedaruratan dan logistik (Ratik) untuk melakukan pendataan 2 rumah yang terkena dampak bencana alam yang terjadi pada Senin (22/6) lalu “Memang kedua rumah kondisinya tidak layak huni dan sangat mengkhawatirkan,” terang Haerudin.

Lanjut Haerudin menerangkan, upayanya ini merupakan tindak lanjut tanggap darurat yang kemudian untuk dilaporkan kepada pimpinan. ” Ikhwal rumah korban atas nama Emur sebelumnya sudah masuk laporan  BPBD pada waktu musibah bencana awal pada 1 Januari lalu, namun keadaannya sekarang  rumah korban tersebut kondisinya lebih parah,” paparnya.

Menurutnya, termasuk rumah yang terkena dampak bencana alam Januari di Kampung Cipetir RT 01, RW 06, 1 rumah ambruk tergerus longsor hingga 8 rumah kondisinya terancam karena berdekatan dengan tebingan. ” Sebanyak 11 rumah yang harus dilakukan penanganan ditambah akses jalan Situs Batutulis yang sampai hari ini  masih terputus,” pungkasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here