Petani Keluhkan Buangan Limbah yang Diduga Milik PT. Bogor Mineral

0
121

Tanjungsari | Jurnal Inspirasi
Irigasi Cikompeni tercemar oleh buangan limbah abu baru yang diduga milik PT. Bogor Mineral. Limbah itu diklaim merugikan ratusan petani di 5 desa yaitu Desa Sirnarasa Sirnasari, Tanjungsari, Tanjungrasa dan Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Disamping menutup suplai air ke sawah seluas 700 hektare lebih, abu batu itu yang merusak kesuburan lahan pertanian.

Melihat hal tersebut Anggota Komisi III Fraksi PKS Achmad Fathoni angkat bicara. Menurutnya, kondisi terakhir hasil panen menurun sebesar 30%, belum lagi saat kemarau tiba, Irigasi Cikompeni yang biasanya menjadi andalan masyarakat memperoleh air bersih terancam tidak akan bisa lagi.

“Waktu Komisi III sidak akhir tahun 2019, PT.Bogor Mineral (BM) berjanji akan membersihkan saluran irigasi dan memberikan konpensasi atas kerugian warga. Sudahkah dipenuhi?, saya himbau kepada semua pihak memperjuangkan nasib petani dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Achmad Fathoni, Senin (29/07).

Dirinya berharap PT. Bogor Mineral memenuhi janjinya dan aparat setempat, baik Camat, Kepala Desa, dan jajarannya bisa ikut mendesak PT. Bogor Mineral. “Saya konfirmasi ke  UPT ESDM Provinsi Jawa Barat mengatakan operasional pengolahan batu tidak berizin, dan jika pun mau mengajukan izin tidak boleh dengan perusahaan yang sama dengan yang melakukan penambangan,” jelasnya.

Senada salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya meminta irigasi itu jangan dirusak dan yang sudah terlanjur rusak agar diperbaiki seperti semula lagi. “Irigasi ulah dirusak, anu terlanjur rusak supaya diperbaiki deui, terus PT. Bogor Mineral jangan mengambil air di payuneun pintu irigasi, dan terakhir tolong pindahkan abu batu, margi eta sumber masalahna. Upami tilu tuntutan eta teu ditepati lebih baik PT. Bogor Mineral tutup wae sabab tos ngarugikeun petani nu make cai Irigasi Cibeet-Cikompeni,” keluhannya dengan nada kesal.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here