Dramaga Zona Merah, Waspada Gelombang Kedatangan Mahasiswa IPB

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi
Kecamatan Dramaga menjadi salah satu dari 26 kecamatan yang menjadi zona merah data dari Gugus Covid-19 Kabupaten Bogor. Hal itu membuat pihak kecamatan dan desa di Dramaga seperti Desa Babakan terus mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan, dan pihaknya mulai melakukan pendataan mahasiswa yang datang ke kosan yang ada di Kecamatan Dramaga.

“Upaya Pemdes selain mengimbau warga untuk terus menerapakan protokol kesehatan setiap aktvitasnya. Juga, pihak desa melakukan pendataan pemantauan lingkungan tiap RT dan RW terhadap   mahasiswa yang datang ke kosan dari berbagai daerah, ” Kata Sekdes Desa Babakan, Kecamatan Dramaga Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Yani menambahkan, karena mahasiswa yang beberapa bulan  kemarin pulang kampung karena kuliah secara reguler libur diganti dengan daring akibat pandemi. “Untuk mengantisipasi mereka kembali ke kostan para RT dan RW kita tugaskan untuk terus intens melakukan pendataan, dan jika ada mahasiswa yang datang untuk dilakukan karantina dulu dan harus ada surat keterangan sehat dan bebas Covid dari daerah asalnya, ” kata Yani, sapaan Sekdes Babakan.

Yani lebih lanjut menyebutkan di wilayah Desa Babakan Dramaga ada sekitar 200 kosan, baik itu kosan perempuan maupun laki-laki yang berkuliah di Kampus IPB. Diantara ratusan kosan itu juga ada beberapa milik artis seperti Syahrini dan Desta.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pengelola Kosan Perwira Kampus IPB, Ngadimin mengaku sejauh ini para mahasiswa belum datang semua karena perkuliahan di IPB belum berjalan normal. “Namun untuk antisipasi saya sudah imbau kepada para pemilik kos untuk mengantisipasi gelombang kedatangan para mahasiswa dan benar-benar harus diterapkan protokol kesehatan, ” kata Ngadimin.

Ia pun mengatakan pihaknya terus melakukan penyemprotan disinfektan setiap lingkungan kos guna mencegah penyebaran pandemi tersebut. “Kita juga bentuk satgas Covid-19 yang beranggotakan para pengelola kosan, ” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here