Waspada, Lonjakan Tekanan Darah Tanda tak Sehat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Sebuah studi baru menunjukkan, pria dan wanita paruh baya yang mengalami tekanan darah tinggi saat berolahraga ringan berisiko lebih tinggi untuk penyakit jantung. “Cara tekanan darah kita berubah selama dan setelah berolahraga memberikan informasi penting tentang apakah kita akan mengembangkan penyakit di masa depan,” kata peneliti Vanessa Xanthakis, asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, seperti dilansir laman Health 24.

Dalam studi tersebut, Xanthakis dan rekan-rekannya melihat hubungan antara tingkat tekanan darah serta waktu yang dibutuhkan untuk tekanan darah tinggi untuk kembali normal pada hampir 2.000 orang yang terdaftar dalam studi kesehatan jantung utama yang sedang berlangsung di AS. Partisipan rata-rata berusia 58 tahun, sekitar seperempat di antaranya mengalami obesitas dan sekitar sepertiga mengalami hipertensi pada awal penelitian.

Semua peserta diuji untuk perubahan tekanan darah sambil berlari pada tingkat “submaksimal” pada treadmill selama tiga menit berturut-turut. Tekanan darah mereka dipantau di tengah-tengah latihan. Demikian pula saat tingkat tekanan darahnya kembali normal saat mereka berbaring telentang setelah latihan.

Tim menemukan, hasil penelitian selama 12 tahun memperlihatkan tekanan darah yang lebih tinggi selama berolahraga ada kaitannya dengan risiko lebih tinggi terkena hipertensi. Selain itu, keterlambatan pemulihan tekanan darah setelah berolahraga juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian yang lebih tinggi selama masa studi.

Xanthakis meyakini, orang harus mengetahui angka tekanan darah mereka, berkonsultasi dengan dokter mereka tentang perubahan tekanan darah selama dan setelah latihan, dan mengikuti gaya hidup sehat. Aktivitas fisik teratur direkomendasikan untuk menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Dokter spesialis jantung dr Guy Mintz dari Sandra Atlas Bass Heart Hospital, Northwell Health di Manhasset, New York, AS mengomentari temuan baru tersebut. Ia mengatakan, dalam tes stres jantung yang khas, “tekanan darah juga dipantau dan dilaporkan sebagai respons normal atau hipertensi saat berolahraga.”.

Asep Saepudin Sayyev |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here