RSUD Mau Datangkan PCR dari Cina

0
51

Bogor | Jurnal Inspirasi
Sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, membuat RSUD Kota Bogor berencana mendatangkan alat tes cepat deteksi virus Corona. Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir mengungkapkan, pihaknya telah menganggarkan Rp350 juta untuk memberi alat tes cepat PCR atau polymerase chain reaction yang akan didatangkan dari negara Cina.

“Sekarang, masih ada berkas yang perlu dilengkapi. Ini jenis PCR yang kecil akan didatangkan dari Cina yang tentunya telah sesuai standar WHO,” ujar Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir, akhir pekan lalu.

Ilham menuturkan bahwa PCR itu hanya memiliki kapasitas sebanyak 24 spesimen swab test per harinya. Kedepan, alat itu akan dipergunakan untuk membantu Pemkot Bogor dalam melakukan uji Covid-19 kepada orang dilingkaran Covid-19. Baik pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi positif yang membutuhkan test PCR lanjutan.

Namun, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BULD) yang tak menggantungkan diri pada APBD Kota Bogor, Ilham mengatakan, RSUD juga membutuhkan pemasukan. Karena itu, tak menutup kemungkinan bila PCR nantinya akan dikomersilkan. “Kita membeli PCR dari dana BLUD untuk membantu percepatan diagnosa pasien-pasien. Tapi memang kalau ada yang ingin test mandiri bisa juga dan tak menutup kemungkinan,” terang dia.

Jumlah kasus positif di Kota Bogor terus meningkat. Pemkot Bogor pun berupaya untuk meningkatkan uji Covid-19, khususnya swab test. Sementara, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, telah meminta RSUD Kota Bogor segera menghitung biaya untuk membeli PCR. “Sedang dilakukan prosesnya (membeli PCR) melalui pengadaan oleh RSUD tapi kapasistasnya terbatas,” ungkapnya.

Bima mengatakan, sudah sepantasnya RSUD dapat melakukan uji Covid-19 sendiri. Karena itu, dia memerintahkan RSUD dapat secepatnya mendatangkan alat PCR tersebut. “Saya sudah perintahkan RSUD harus sesegera mungkin,” tandas Bima saat mengunjungi kantor PWI Kota Bogor.

Namun, Bima mengatakan, uji Covid-19 yang masif memiliki konsekuensi untuk menyiapkan tempat isolasi. Sebab, semakin banyak yang diuji, semakin banyak pula kasus baru. “Sudah ada beberapa opsi tempat isolasi, tapi belum bisa saya sampaikan. Beberapa opsi ini masih ada waktu untuk kita mempersiapkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here