Pemkot Salurkan BLT ke 16 Ribu KK

0
77

Bogor | Jurnal Inspirasi
Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp500 ribu per Kepala Keluarga (KK) tahap pertama bagi warga miskin baru terdampak Covid-19 telah disalurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada 16 ribu KK pada bulan lalu.

Kendati demikian, DPRD menilai masih perlu adanya perbaikan data terhadap warga penerima bantuan. Lantaran sebelum bantuan itu dinilai belum mengakomodir warga lain yang membutuhkan. “Walau pada tahap pertama ada 16 ribu KK yang diakomodir. Tapi fakta di lapangan harusnya lebih dari itu. Dan ini mesti segera disikapi sebelum BLT tahap dua disalurkan,” ujar Ketua DPRD, Atang Trisnanto, belum lama ini.

Iapun mengaku telah menginstruksikan pansus untuk mendalami terkait pendataan dan pendistribusian bantuan tersebut. “Saya sudah instruksikan pansus untuk mendalami hal itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rahmat Hidayat mengatakan, saat BLT tahap pertama yang berasal dari APBD akan disalurkan, Pemkot Bogor belum memiliki aplikasi Salur. Sehingga terjadi tumpang tindih antara data bantuan Kemensos, gubernur dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Dan itu tak bisa terdeteksi, karena adanya tumpang tindih. Sehingga ada pengurangan jumlah penerima BLT dari 19.004 menjadi 16 ribu KK setelah diverifikasi Dinsos,” kata Rahmat.

Dengan demikian, sambung Rahmat, Pemkot Bogor masih memiliki 7 ribu kuota KK penerima BLT dari total slot yang disediakan yakni 23 ribu. “Sudah terisi 16 ribu, artinya sisa 7 ribu. Nah, sisanya ini akan diambil dari pemohon di aplikasi Salur,” katanya.

Saat ini, kata Rahmat, pemohon BLT yang mendaftar pada aplikasi Salur jumlah sudah mencapai 11 ribu. “Nanti akan disaring oleh Dinsos sampai 7 ribu. Nah sementara sisanya akan dibantu melalui program keluarga asuh,” ucapnya.

Untuk program keluarga asuh, kata Rahmat, pemkot juga menyediakan aplikasi khusus untuk mendaftar bernama Jaga Asa. “Untuk yang mendaftar Jaga Asa sudah 1.000 orang. Nah sudah terima bantuan ada 538,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa berdasarkan data terakhir yang dikantungi Pemkot Bogor, ada 10 ribu KK yang bakal dimasukan ke dalam daftar penerima bantuan untuk melengkapi kuota 23 ribu. “Artinya revisi data yang dilakukan belakangan, bisa dimasukan tahap kedua. Saat ini kita butuh pengesahan SK-nya, masalah keuangan didistribusikan PT. Pos. Jadi saya pikir ini adalah kerjasama yang baik,” paparnya.

n Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here