Camat Bogor Selatan Apresiasi Budidaya Ikan Alam Bebas di Desa Nagrog

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengunjungi pembudidayaan ikan alam bebas yang berada di sepanjang 200 meter aliran irigasi di Kampung Nagrog RT2/RW9 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor yang dikelola secara swadaya oleh warga masyarakat sekitar.

Camat Uloh sapaan akrabnya mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga di wilayahnya dalam melakukan pembudidayaan ikan dengan memanfaatkan saluran irigasi sepanjang 200 meter tersebut.

“Saya sangat apresiasi sekali dengan keberadaan lokasi pembudidayaan ikan yang memanfaatkan saluran irigasi ini. Dengan cara swadaya warga semangat bergotong royong untuk membersihkan saluran air ini, yang awalnya tak terawat saat ini sudah sangat bersih dan terjaga dari sampah warga,” ujarnya.

Sambung Camat, upaya budidaya ikan ini merupakan salahsatu kegiatan yang sangat bermanfaat baik bagi anggota dan seluruh warganya. Hasil dari pengembangbiakan jenis ikan air tawar ini dapat di jual sehingga membantu dalam perekonomian warganya.

“Hasilnya nanti ini akan sangat bermanfaat sekali, ikan nila ini dapat dijual sehingga dapat membantu perekonomian warga saya, kedepan kita akan coba bantu dalam bentuk pemberian pakan ikan dan terus mendorong warga agar terus melakukan hal yang positif dan bermanfaat,” sambungnya.

Sementara itu, Sujaya Ketua Budidaya Ikan Alam Bebas, mengatakan awal dari terwujudnya budidaya ikan ini dari kepeduliannya terhadap lingkungan yang sering kali terjadi luapan air yang bersumber dari hulu irigasi atau sungai kecil tersebut karena tersumbat oleh tumpukan sampah.

“Awalnya sering terjadi luapan air di aliran ini, terbesit untuk membersihkan salurannya mulai dari hulu dimana titik penumpukan sampah berada, dan kemudian saya bersepakat untuk mendirikan perkumpulan warga untuk menjadikan saluran itu bermanfaat yaitu dengan dijadikannya kolam ikan alami, dengan cara memberikan iuran Rp10.000 setiap minggunya,” kata Jaya kepada media.

Dana yang terkumpul secara swadaya ini berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, dan untuk untuk pengerjaan saluran air yang tersumbat tersebut dilakukan secara gotong royong dengan mengadakan kegiatan kerja bakti.

“Alhamdulillah selama 2 tahun kita mencoba mengumpulkan iuran dari sebanyak 24 anggota yang ikut dalam program ini. Setiap minggu kita lakukan penarikan iurannya setelah pelaksaan pengajian rutin. Saya dan para anggota berharap program ini dapat membantu perekonomian warga dan manfaatnya dapat dirasakan semua,” tukasnya.

Handy Mehonk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here