Tergerus Aliran Sungai, UPT Jonggol Lakukan Penanganan Jembatan Belly Cisuren

0
113

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor melalui UPT PUPR Jonggol tengah melakukan langkah pengamanan aset dan mempersiapkan rencana penanganan Jembatan Belly Cisuren di Kecamatan Sukamakmur yang longsor tergerus aliran sungai. Perbaikan yang dilakukan UPT diharapkan akan meningkatkan aktivitas masyarakat yang tinggal di Kecamatan Tanjungsari-Sukamakmur.

Irwan, Kasubag TU UPT PUPR Jonggol saat ditemui Minggu (31/5 ) mengatakan, tim UPT PUPR Jonggol telah meninjau langsung di lapangan untuk mempersiapkan penanganan Jembatan Belly Cisuren sebagai langkah pengamanan aset agar kondisi jembatan tidak semakin rusak.

“Kami juga sudah membuat rencana penanganan baik terhadap daerah aliran air sungai, bangunan pengaman maupun rekonstruksi jembatan Cisuren,” kata Irwan.

Dia menambahkan, upaya penanganan dilakukan dengan segera agar jembatan dapat berfungsi sebagai penguhubung Desa Tanjungsari-Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur. Adapun pelaksanaan penanganan jembatan dilaksanakan setelah menerima laporan dari warga sekitar

“Selama masa dalam penanganan jembatan jembatan Cisuren, jalan akses ke luar masuk Desa Tanjungsari – Sukawangi melalui jembatan tersebut untuk sementara hanya dapat dilalui orang dan kendaraan roda dua. Kepada pengguna kendaraan roda empat dihimbau saat melintas harus berhati – hati,” ujar Irwan.

Diketahui, keberadaan jembatan Belly Cisuren sangat penting untuk menggerakan sektor rill dan dapat mempertahankan daya beli masyarakat serta mengurangi pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang.

Konstruksi Jembatan Cisure merupakan jembatan Belly dengan Sta 17 ÷ 300. Pada 31 Mei 2020, pondasi jembatan tergerus aliran sungai, sehingga konstruksi jembatan yang kini longsior dikhawatirkan kekuatannya.

Keberadaan Jembatan Cisure untuk mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antar desa, Jembatan Belly tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal seperti pertanian dan UMKM.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here