Warga Minta Galian Tanah Distop

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sengkarut proyek galian tanah di Kelurahan Kayumanis, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor masih memanas. Pasalnya, akhir pekan lalu sejumlah warga mendatangi lokasi galian dan meminta perusahaan menstop aktivitasnya.

Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Ranyon Tanah Sareal, Sopian menyatakan bahwa kendati pengusaha galian mengaku telah mendapat persetujuan warga, namun hal itu hanya bersifat segelintir lantaran mereka tak paham dampak yang akan dirasa di kemudian hari. “Sekarang jadi polemik kan, dan tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi konflik,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (17/5).

Menurut Sopian, warga sekitar lokasi galian resah dengan adanya kegiatan tersebut lantaran dampak proyek membuat badan jalan menjadi kotor dan licin sehingga membahayakan pengendara sepeda motor.

“Kemudian paska proyek penggalian dilaksanakan. Masyarakat sekitar merasa terancam dengan bencana tanah longsor. Karena itu pemerintah mesti segera bertindak, menelusuri perizinannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Agustian Syah mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada PT. Multi Pembangunan Usahajaya sebagai perusahaan yang mengerjakan galian tersebut.

“Sudah kami layangkan pemanggilan kepada perusahaan. Rencananya dijadwalkan Senin (18/5). Sebelumnya tim kami juga sudah meninjau lapangan dan mendapat surat tembusan soal keberatan warga,” paparnya.

Agus mengaku, di Kota Bogor belum ada nomenklatur utk galian tanah seperti galian tanah atau pasir. “Memang nomenklatur perizinannya belum ada,” ucapnya.

n Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here