Guru Honorer Hanya Digaji 30 Persen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Nasib ribuan guru honorer madrasah swasta di Kota Bogor nelangsa. Pasalnya, sejak pemerintah mengambil kebijakan belajar di rumah bagi seluruh siswa pada bulan lalu, akibat merebaknya pandemi Covid-19 para pendidik itu hanya menerima honor 30 persen dari honorarium yayasan tempat mereka bekerja.

Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota  Bogor, Hasbullah mengatakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran yayasan madrasah tidak mempunyai pemasukan lantaran mayoritas orangtua siswa tak membayar iuran akibat adanya kebijakan belajar dari rumah. Kendati menerima BOS, namun berdasarkan petunjuk teknis bantuan tersebut hanya dapat mengcover 30 persen dari honor.

“Madrasah swasta tentunya hanya mengandalkan iuran siswa. Karena tak ada iuran yang masuk, pihak yayasan kesulitan untuk memberi honor,” ujar Hasbullah kepada wartawan, Rabu (15/4) malam.

Menurut dia, sampai pada Rabu (15/4) pihaknya memastikan belum ada satupun guru honorer madrasah swasta yang tersentuh bantuan pemerintah. “Sampai sekarang pun belum ada pendataan dari instansi terkait perihal pemberian bantuan terhadap para guru tersebut,” jelasnya.

Hasbullah mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperjuangkan nasib guru honorer madrasah swasta. “Kami masih terus melakukan pendataan terhadap mereka. Kalau guru PNS kan jelas, gaji tetap jalan. Kalau swasta apalagi yayasan kan begini,” katanya.

Selain itu, kata Hasbullah, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan DPRD untuk mencarikan solusi untuk memasukan guru honorer madrasah swasta sebagai penerima bantuan warga terdampak Covid-19. “Kan ada 7 pintu bantuan dari pemerintah. Nah, sampai sekarang para guru honor ini belum masuk di dalamnya. Makanya kami koordinasi, kira-kira bisa tidak mereka dimasukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pendataan pemberian bantuan itu seluruhnya berbasis wilayah. “Mau dia adalah buruh harian, guru honorer atau siapapun bantuan itu berbasis wilayah. Jadi kalau mereka masuk di dalam ada KD PKN dan PKH,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, pemerintah ingin mengingatkan bahwa di saat-saat sulit seperti ini gotong royong, solidaritas antar warga sangat diperlukan. “Kesetiakawanan antara warga harus  kita bangkitkan kembali suasana yang sulit ini, kita mesti tetap optimis,” tukasnya

Seperti diketahui, setidaknya terdapat tujuh pintu bantuan sosial yang dimaksimalkan dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah akibat pandemi Covid-19. Yakni, Kartu PKH, Kartu Sembako, Kartu PraKerja, Bantuan Misbar Propinsi, Bantuan Bantalan Jaring Pengaman Sosial Pusat, Bantuan Tunai atau sembako Pemkot dan Bantuan Bantalan Pemkot Bogor.n Fredy Kristianto

Data dan Fakta

1. Madrasah Raudatul Athfal berjumlah 135 sekolah, dengan jumlah guru 1.035

2. Madrasah Ibtidaiyah, berjumlah 64  sekolah dengan jumlah guru 935.

3. Madrasah Tsanawiyah berjumlah 48 sekolah dengan jumlah guru 920

4. Madrasah Aliyah berjumlah 18 sekolah dengan jumlah guru 400.

Total Guru : 3.290

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here