Satu Warga Desa Gunung Putri Positif Covid-19

0
270

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Seorang warga RT 03/RW 10, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri positif terkena wabah Covid-19. Dalam edaran pemberitahuan yang disebar oleh ketua RT 03/RW 01 M. Ali Mabrur mengajak warganya untuk senantiasa menjaga kesehatan dan saling bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban selama melakukan karantina mandiri di rumah terhitung 8 April kemarin.

Kades Gunung Putri Damanhuri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa salah satu warganya positif Covid-19 yang juga merupakan perawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, namun keluarga korban negatif maka dilakukan karantina mandiri di rumah untuk keluarga korban.

“Satu warga kami memang dikabarkan positif Covid-19, dia (inisial B ) berusia sekitar 35 tahun merupakan perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, alhamdulilahnya keluarga korban setelah dilakukan cek ternyata negatif, hanya saja untuk mengantisipasi maka keluarga korban disarankan untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari kedepan,” jelas Damanhuri, Minggu (12/4).

Dia menjelaskan, selama karantina mandiri berlangsung Kades meminta warga untuk saling bergotong-royong memenuhi kebutuhan pangan keluarga korban agar saat menjalani karantina keluarga tidak keluar rumah untuk membeli kebutuhan  pangan. “Saat ini kami sedang berpikir keras agar warga yang berdampak akibat covid-19 ini bisa terbantu kebutuhan pangannya, oleh karena itu kami harapkan kepada CSR yang ada di Desa Gunung Putri agar memberikan perhatiannya kepada warga sekitar,karena perhatian dari pengusaha belum ada. Insya Allah minggu depan pihak desa akan melakukan door to door ke perusahaan agar ikut berpartisipasi meringankan beban warga,” katanya.

Ia melanjutkan,warga yang berdampak akibat pandemi Covid-19 ini sangat banyak,dan mereka sudah mulai mengeluh kebanyakan adalah warga yang menggantungkan hidupnya sebagai pedagang di sekolah-sekolah dan buruh harian lepas. “Yang sedang kami pikirkan karena saat ini sudah tidak memiliki penghasilan mengingat bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemda belum mengkafer warga yang memang berdampak. Oleh karena itu besar harapan saya agar CSR turut serta ikut berpartisipasi.”

“Saya imbau agar masyarakat jangan panik sekalipun di lingkungan kita saat ini sudah ada yang terpapar virus Corona,tetap biasakan hidup bersih dan lakukan sosial distancing, serta hindari tempat-tempat keramaian. Begitupun untuk warga yang memang bekerja di DKI Jakarta agar secara berkala untuk memeriksakan kesehatannya,dan apabila terpapar segera ke rumah sakit, begitipun kepada masyarakat agar tidak mengasingkan atau menjauhi keluarga yang terpapar Covid-19, tapi kita harus membantu dan meringankan bebannya,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here