Bupati Minta Masyarakat Tidak Menolak Jenazah Korban Corona Dimakamkan

0
110

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Masyarakat Kabupaten Bogor diminta untuk tidak menolak apabila ada yang meninggal dunia akibat terkena Virus Corona atau Covid 19 saat jenazah akan dimakamkan. Hal itu dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin usai melaksanakan kegiatan Rencana Aksi Simpatik Serentak Penanganan dan Pencegahan Mewabahnya Virus Covid-19 bersama unsur Muspida Kabupaten Bogor, di VVIP Pos Polisi Gadog, Ciawi dan Puncak Pas, Sabtu (4/4/2020).

“Kalau ada orang yang terindikasi corona, saya minta jangan ditolak, begitu juga ketika mereka meninggal. Karena mereka sudah terbungkus sesuai SOP kesehatan, jadi tidak akan menular atau menyebar kepada yang tidak memegang mayat tersebut,” kata Ade Yasin.

Bupati menyatakan, saat ini tidak ada alasan lagi bagi masyarakat Bogor untuk menolak mereka, baik yang terindikasi maupun bagi korban meninggal dunia terdampak virus corona.

“Itu pun tergantung pada hati nurani masing-masing. Coba kita bayangkan, seandainya jika keluarga kita yang kena, terus mengalami hal sama. Bagaimana perasaan kita, tidak enak bukan. Ya minimalnya ada rasa toleransi sesama manusia, kalau sudah meninggal kubur saja tidak usah ada penolakan,” tegasnya.

Ade Yasin pun meminta agar warga juga diminta untuk tidak menjauhi orang yang terdampak Virus Corona. Hal tersebut dimaksudkan supaya mereka tidak merasa terbuang, sebaliknya harus diberi semangat tinggi dan keyakinan diri untuk bisa kembali sembuh.

“Jangan sampai mereka yang terkena virus ini merasa terbuang, sebaliknya harus diberi semangat, baik melaui pesan jarak jauh, telepon atau lainnya. Termasuk memberi semangat pada para ahli medis dan dokter yang selama ini berkorban dan berjuang tanpa pamrih dalam melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Menurutnya, para medis dan dokter yang sedang merawat orang sakit, jangan dianggap tertular. Bahkan sampai dijauhi, karena belum tentu apa yang dipikirkannya itu benar terjadi.

“Ini yang terjadi sekarang, banyak perawat dan dokter dijauhi, sebab dianggap tertular. Berjaga-jaga bagus, namun etika juga perlu,” paparnya.

Saat ini, sambung Bupati, pemerintah, para medis dan semua pihak sedang menekan penyebaran virus ini. Sehingga perlu kerja sama, tanpa kerja sama kiranya sulit untuk menekan penyebaran wabah Covid 19 tersebut.

Untuk itu, Ade Yasin menghimbau agar setiap warga khususnya yang berada di desa – desa, tetap waspada dan selalu memantau keluar masuk orang serta mendata hingga melaporkannya kepada pihak kecamatan atau muspika.

“Saya tekankan, jika ada tamu yang harus dipantau bersama jangan dimusuhin dan dianggap orang itu menyebarkan penyakit. Mengingat, kalau hanya baru ODP berarti harus kita pantau untuk tidak kemana-mana,” imbuhnya.

Sementara, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy menyatakan ada sebagian daerah di wilayah Bogor baik desa, Rt maupun Rw yang masuk kategori zona merah akibat ada warga diindikasi positif corona. Sehingga, masing – masing daerah diharuskan untuk mengadakan pembatasan orang masuk atau keluar dari tempat tersebut.

“Kita dari Babhinsa, Babinkamtibmas, Kapolsek dan Danramil bersama dengan camat bakal mendukung semua kegiatan tersebut dengan menyiapkan personil guna melaksanakan pengamanan. Kita pun menghimbau kalau ada kegiatan melibatkan masa banyak dan kegiatannya bukan untuk kemanusian, maka akan dibubarkan, tapi kalau untuk kemanusiaan kita akan menghimbau supaya pelakaanaan kegiatannya tetap mempertahankan physical distancing,” tukas Kapolres Bogor yang saat itu didampingi Dandim 0621 Kabupaten Bogor.

Dede Suhendar/Deny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here