Jakarta Bisa Partial Lockdown

0
160

Jakarta | Jurnal Bogor

Kota Jakarta disarankan segera melakukan penutupan wilayah mengingat jumlah pasien Corona (Covid-19) terus bertambah. Saat ini 50 orang tenaga medis di ibu kota terjangkit positif Corona selama bertugas, dan dua orang meninggal. Namun karena lockdown tak diinginkan Presiden Joko Widodo, skema lockdown di Jakarta bisa tidak menyeluruh alias hanya partial lock down. Hal ini diungkapkan mantan Wagub DKI, Sandiaga Unoi.

“Selama saya bertugas di DKI, sudah ada event seperti ini, sudah masuk ke dalam skenario planning kita,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers online, Kamis (26/3).  Dengan demikian, kata Sandi, hanya daerah yang masuk dalam zona merah virus Corona saja yang diperketat aturan keluar masuk warganya. Sebagai mantan Wagub DKI, Sandiaga yakin pemerintah, khususnya Pemprov DKI, bisa dan siap melakukan hal ini karena pernah membuat skenario serupa.

Namun Sandiaga meminta lock down dilakukan setelah pemerintah menyalurkan bantuan uang tunai kepada masyarakat. “Karena begitu pegang uang cash, mereka akan lebih tenang dan tidak akan mencari rasionalitas keluar dari tempat tinggalnya karena harus mencari nafkah,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah pasien positif Corona  terus meningkat sejak kasus pertama diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus yang pertama kali ditemukan dil Wuhan, China itu telah menelan korban jiwa hingga 78 orang atau 9 persen dari 893 orang yang terinfeksi.

Sandiaga Uno meyakini jumlah pasien Corona itu akan bertambah jauh lebih banyak, ketika pemerintah melakukan tes besar-besaran terhadap warganya. Apa lagi, sampai saat ini belum ada aturan yang tegas seperti lockdown dari pemerintah kepada warganya. “Oleh karena itu, harapan saya masyarakat kooperatif untuk stay at home,” ujarnya. 

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan prihatin banyak petugas medis banyak yang terpapar, bahkan ada yang meninggal dunia. “Seperti kita ketahui jumlah tim medis yang terpapar di Jakarta mencapai 50 orang dan ada dua orang yang meninggal,” ujar Anies Baswedan dalam konferensi pers daring di Balai Kota, Kamis (26/3).

Anies mengatakan jumlah tim medis yang terpapar tersebut menggambarkan tingginya resiko penyebaran virus Corona bagi petugas kesehatan. Anies mengatakan 50 orang tim medis yang terpapar virus Corona tersebar di 24 rumah sakit. Sehingga, kata dia, perlindungan kepada tenaga medis mutlak diperlukan. DKI kata dia telah menyiapkan alat kelengkapan diri (APD) untuk seluruh tenaga medis yang bertugas.

Selain itu lanjur Anies, saat ini rapid tes atau pemeriksaan cepat diprioritaskan bagi tenaga medis. “Rapid test pertama diprioritaskan sehingga mereka memiliki rasa tenang jika ada gejala awal cepat bisa ditangani,” ujarnya.

Ia mengatakan DKI telah menyediakan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis agar bisa istirahat dengan nyaman. Sebanyak empat hotel milik BUMD DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi tenaga medis. Anies menyebutkan di hotel tersebut tenaga medis Corona akan dilayani, semua kebutuhan juga akan dipenuhi. DKI juga menyiapkan bus Transjakarta untuk antar jemput petugas dari hotel dan rumah sakit.

Asep Saepudin Sayyev |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here