Parkir Makan Badan Jalan, Mobil Tangki Seman Dikeluhkan

0
134

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Warga mengeluhkan keberadaan mobil tangki yang berlabel MPX memakan badan jalan umum dan meninggalkan sisa tanah di sepanjang jalan Bojong Nangka. Kades Bojong Nangka H.Amir Arsyad saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, sudah melakukan teguran secara lisan kepada koordinator mobil tersebut dan meminta untuk memperlihatkan izin lokasinya serta membersihkan jalan yang kotor akibat tanah yang terbawa dan melekat di ban, Kamis (19/03).

“Setelah banyaknya keluhan dari warga karena jalan kotor dan licin, malam itu juga saya datangi full mobil tangki tersebut. Saya sudah memberikan peringatan kepada pengelola untuk membersihkan bekas jalan mobil yang dipenuhi tanah ,karena membahayakan pengguna jalan apalagi Bojong Nangka merupakan desa ramah lingkungan,” jelas H.Amir.

Dirinya menyayangkan belum ada komunikasi dari pihak pengelola full mobil tangki yang membawa semen tersebut ke desa, bahkan saat ditanya soal SKDU katanya ada tapi tidak bisa menunjukkan. “Itu memang tanah milik pribadi, tapi jika diperuntukan untuk usaha kan harus ada izin usahanya dan paling tidak komunikasi lah dengan desa, walaupun katanya dia hanya meneruskan, ditambah lagi posisi mobil tangki itukan besar dan panjang jika parkir memakan sebagian badan jalan itu saja sudah menyalahi karena mengganggu pengguna jalan yang lain,” jelasnya.

“Jadi saya harapkan banyaknya mobil yang parkir harus disesuaikan dengan luas tanah di lokasi tersebut agar mobil tidak ada yang parkir di pinggir jalan. Saya tunggu pihak full untuk menunjukan izin yang katanya sudah dikantongi,dan mobil juga jangan sampai ada yang parkir di pinggir jalan hingga memakan sebagian badan jalan,. Jika hal tersebut dalam masih terlihat dalam waktu dekat ini kami akan meminta pol PP untuk melakukan penertipan pada full tangki semen tersebut,” pungkas H.Amir dengan nada kesal.

Hans sebagai pengelola full mobil tangki semen tersebut saat dikonfirmasi via telepon oleh Jurnal Bogor mengatakan bahwa SKDU ada dipengelola yang pertama . “Hari ini kami sudah mulai perataan karena kami menggunakan tenaga manusia atau manual maka agak lama prosesnya, untuk SKDU sendiri sedang saya tanyakan kepada penanggung jawab yang awal disini, karena saya kan sebetulnya penanggung jawab di Cilegon jadi tidak megang surat-suratnya katanya sudah diurus pada Januari 2019 lalu oleh pengurus awal,” kata Hans menjelaskan.

Saat ditanya soal luasan tanah, Hans mengatakan tidak mengetahui yang pasti full tangki semen di Bojong Nangka ada 23 unit mobil. “Kami sudah melakukan koordinasi serta komunikasi dengan pihak desa hanya saja kami belum bisa menunjukkan SKDU karena masih d cari keberadaannya,” kata Hans mengakhiri.

Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here