IPB Closed Down

0
243

Bogor | Jurnal Inspirasi

IPB University kini memberlakukan kebijakan Partially Closed Down selama kurang lebih tiga minggu terhitung sejak 17 Maret hingga 5 April 2020. Pasalnya, kampus akan ditutup aksesnya bagi seluruh warga IPB, serta pihak luar yang tidak berkepentingan. Akses masuk kampus diberikan secara terbatas untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak bisa ditunda seperti penelitian di laboratorium.

Antisipasi itu dilakukan karena penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) makin meluas. Ditambah ada seorang mahasiswi IPB yang positif virus Corona. Di lingkungan kampus pun tampak sepi. Tidak sembarangan orang bisa bebas keluar masuk ke dalam kampus. Bahkan pemeriksaan dilakukan hanya untuk orang yang betul – betul mendapat tugas di lingkungan kampus dengan memeriksa identitas serta surat tugas yang sudah direkomendasikan oleh pihak kampus.

“Kebetulan kalau saya lagi melakukan kegiatan praktikum jadi masuk itu pun diberikan surat tugas khusus sebagai akses untuk bisa masuk kampus karena semua yang akan masuk diperiksa dipintu gerbang utama,” kata Mahasiswi IPB University, Amelia kepada wartawan, Rabu (18/3).

Sementara pembatasan akses masuk dibatasi ini adalah upaya menjamin efektivitas sterilisasi gedung dan ruangan secara bergilir di Lingkungan Kampus IPB University.  Selama masa tersebut seluruh aktivitas di lingkungan IPB akan dilaksanakan secara online atau metode tanpa tatap muka yang lain, dengan beberapa pengecualian yang dilaksanakan dengan sistem piket atau bentuk penugasan lainnya, antara lain bagi petugas polikilinik, keamanan, kebersihan, sekretariat kantor unit kerja, umum, sarana, dan prasarana, riset tugas akhir di laboratorium atau sejenisnya yang menurut sifatnya dan prosedurnya tidak dapat dihentikan, ditunda, atau dilakukan jeda (interrupted).

Kantin yang ditunjuk oleh IPB, serta sistem informasi dan manajemen data atau kegiatan lainnya yang atas pertimbangan pimpinan IPB atau unit kerja dianggap sangat penting dan tidak dapat ditunda.

Hal ini disampaikan Prof Dr Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi selaku Ketua Tim Crisis Center IPB University, Senin, (16/3) di Kampus Dramaga, Bogor.

Prof Dodik mengatakan, langkah ini ditempuh IPB University sebagai langkah pencegahan menyebarnya COVID-19. “Harapannya agar mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan tetap dapat menjalankan aktivitas akademik maupun administrasi dengan tenang, “ tambah Prof. Dodik.

Prof Dodik mengimbau agar sivitas akademika IPB University terus mengikuti perkembangan informasi melalui saluran informasi resmi IPB University, baik melalui website (covid19care.ipb.ac.id) maupun media sosial resmi milik IPB University.

Wakil kepala keamanan IPB University Yusuf Mulyana Rahma mengatakan, kebijakan close down itu berlaku sejak mewabah Covid-19 dan ditambah  alah satu mahasiswa IPB  terpapar Covid-19. Jadi pengamanan untuk masuk kampus diperketat pintu yang hanya bisa diakses hanya satu pintu gerbang utama.

“Pihak kampus juga melakukannya penyemprotan dengan safety hand sanitizer dengan membersihkana gedung  kampus oleh petugas kebersihan,  guna mengurangi penyebaran Covid-19, “ujarnya.

Sementara terpaparnya salah satu Mahasiswi IPB pun dikonfirmasi Kepala Biro Komunikasi Yatri Indah Kusumastuti. Ia membenarkan salah satu mahasiswanya positif virus Corona. “IPB bersama Dinkes sudah menindaklanjuti dan sesuai protokol yang berlaku, meminta pihak-pihak  yang teridentifikasi telah kontak/melakukan aktivitas bersama dengan yang bersangkutan untuk melakukan karantina mandiri,” kata Yatri.

Yatri mengatakan, IPB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan perkembangan yang terjadi. “Kami sekali lagi mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang dan mengikuti protokol hidup sehat serta sosial distancing seperti yang disarankan WHO dan pemerintah,”pungkasnya.

Fredy Kristianto | Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here