Pimpinan PT Crhig Word Minta Maaf

0
195

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemimpin perusahaan PT.Crhig Word Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dalam penulisan pengumuman guna mencegah terkena virus Corona yang diumumkan di mading perusahaan tersebut. Dalam permohonan maafnya, Kwak Gie Seok menyampaikan bahwa itu merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Dia mengaku tidak pernah berniat untuk menyudutkan salah satu tempat ibadah ataupun salah satu agama yang ada di Indonesia.

“Saya sangat cinta Islam, saya juga Cinta Indonesia. Selama 27 tahun saya sudah berada disini tidak mungkin saya melecehkan agama apapun dan tempat agama siapapun. Adapun imbauan yang saya buat kepada karyawan hanyalah menyarankan untuk menghindari tempat ramai dan membiasakan hidup bersih,” kata dia.

“Saya akui adanya kesalahan dalam penulisan salah satu tempat ibadah yang tertera di pengumuman tersebut hingga membuat karyawan dan masyarakat salah menafsirkan. Saya mohon maaf,” kata Kwak di ruang kerjanya, Sabtu (15/03).

Dia menjelaskan, bahwa hubungan perusahaan, baik dengan karyawan maupun lingkungan sekitar sangatlah baik. “Selalu kami jaga ditambah lagi sebagian besar karyawan di perusahaan ini merupakan warga sekitar perusahaan yang kami berdayakan. Sekali lagi saya memohon maaf apabila dalam imbauan yang saya buat ada kata-kata yang menyinggung masyarakat dan karyawan,” ungkapnya.

“Pada intinya kami tidak ada niat untuk menyudutkan satu agama atau tempat ibadah apapun, dan saya sangat berharap kedepannya perusahaan kami bisa bersinergi dengan masyarakat, karyawan dan semuanya,” pungkas Kwak.

Simbolis permohonan maaf dihadiri oleh tokoh masyarakat sekitar, karyawan dan media. Pujiman, salah satu karyawan mengatakan bahwa dirinya dan teman-teman karyawan sudah paham atas pengumuman yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan demi mencegah terkena virus Corona yang saat ini sedang dikhawatirkan oleh masyarakat.

“Kalau kami menanggapi pengumuman itu sebagai saran agar menghindari tempat keramaian untuk saat ini, baik itu di tempat ibadah, mall atau pun tempat keramaian lainnya. Pada intinya kami paham maksud dan tujuan diberikannya imbauan tersebut. Adapun jika yang belum paham dalam mengartikan kata ‘masjid’ itu merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan,” kata dia.

“Saya apresiasi kepada Mr.Kwak yang sudah meminta maaf kepada kami dan masyarakat atas kesalahan dalam penulisan imbauan tersebut yang menyebut salah satu tempat ibadah. Semoga pertemuan ini meluruskan kesalahpahaman yang ada,” kata Pujiman.

Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here