Suplaier Batu Kali Akan Polisikan Penyedia Jasa

0
150
Endah

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Suplaier batu UD Sinar Jaya akan melaporkan penyedia jasa CV.Karya Cipta Mandiri jika dalam waktu dekat ini belum ada niat untuk melunasi pembayaran dalam pembuatan TPT di Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri.

Endah, pemilik UD Sinar Jaya menjelaskan bahwa adanya peralihan dalam pengerjaan proyek TPT tersebut membuat hutang tertumpuk dan berpindah tanggung jawab hingga sampai saat ini ngegantung dan belum ada kejelasan.

“Awalnya kan pekerjaan itu di laksanakan oleh “M” kontraktor pembangunan TPT tersebut,selang sebulan kemudian berganti lagi yang mendatangi saya yaitu, “F” dan “L” yang mengaku sebagai penerus pekerjaan TPT itu katanya tunggakan yang ditinggalkan oleh “M” akan dibayarkan olehnya (F dan L-red) tapi sampai proyek itu selesai belum ada kejelasan perihal tunggakan yang mereka tinggalkan berkisar Rp.19.7 juta rupiah,” kata dia, Rabu (11/3).

“Untuk saya sebagai pedagang itu merupakan uang yang besar, bagian daripada modal lah, pernah didatangi oleh suami saya ke kantor “L” namun gak ketemu, sempet ada larangan dari “F” untuk kami mendatangi kantor “L”, bahkan kalo kita nekad datang katanya gak akan dibayar, nah setelah kejadian itu nomor saya di blokir oleh ” F”, tapi saya masih komunikasi dengan “L” hanya saja malah muncul nama baru yang katanya akan melunasi seluruh tunggakan disini, jadi kami seolah dipermainkan oleh mereka yang katanya mengaku pemborong tersebut,” jelas Endah.

Lanjut Endah, dirinya masih punya niat baik dan masih mengikuti intruksi yang di katakan “L”, hanya saja jika dari pihak kontraktor tidak ada niat baik untuk membayar dalam waktu dekat ini maka akan laporkan ke polisi perihal perkara ini.

Sementara Kadus Bayu sangat kecewa dengan hasil dari pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Pasalnya, TPT itu merupakan salah satu pembangunan yang diidam-idamkan mengingat lokasi dijalan tersebut jika tidak ada dinding penahan tanah khawatir karena sangat curam ke bawahnya.

“Sebagai kadus di wilayah tersebut saya selalu memantau pekerjaan,dengan harapan mendapatkan hasil yang bagus apalagi ini kan proyek pemda dan sudah kami usulkan bertahun-tahun baru terealisasi tahun ini, tapi melihat kenyataan sekarang saat TPT nya roboh pemborong meninggalkan hutang pada warga itu sangat memprihatinkan menurut saya.” “Jjadi harapan kami kepada DPUPR untuk segera menyuruh pemborong tersebut menyelesaikan TPT yang roboh serta pembayaran yang tertunggak kepada warga kami,sejauh ini baru pihak kecamatan ,dewan yang melihat kondisi TPT roboh tersebut,” jelas Bayu.

Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here