Enam Desa di Pamijahan Kena Imbas Gempa

0
114

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Warga Bogor, Selasa (10/03) sekitar pukul 17 : 18 WIB atau jelang Magrib dikejutkan dengan bergetarnya bumi. Warga yang berada di dalam rumah berhamburan keluar menyelamatkan diri. Gempa bermagnitudo 5,0 berpusat di Kabupaten Sukabumi.

Akibat gempa tersebut, enam desa di Kecamatan Pamijahan, dilaporkan ikut terkena imbasnya. Kondisi terparah di Desa Purwabakti, di desa ini ada sejumlah rumah yang rusak. “Dari 15 desa di Kecamatan Pamijahan, enam diantaranya terdampak gempa, Purwabakti, paling parah. Soal kerusakan bangunan data sementara mencapai 146 rumah unit rumah, kerusakanya mulai sedang sampai berat,” kata Camat Pamijahan Rosidin, kepada Jurnal Bogor, Selasa (10/03).

Kepala Desa Purwabakti Tajudin Arifin, kepada Jurnal Bogor, mengatakan, berdasarkan laporan dari masing-masing RT dan RW, sedikitnya ada 100 bangunan rumah, gedung SD Cisalada dan mushola yang rusak.

“Selain itu ada dua  orang luka-luka tertimpa reruntuhan genting, yakni seorang nenek yang menderita luka dibagian punggung dan anak berusia delapan tahun luka dibagian lengan. Keduanya langsung dievakusi ketempat yang lebih aman dan diobati,” ujar Tajudin.

Warga yang rumahnya rusak, kata Tajudin, saat ini sudah ditampung di lokasi yang lebih aman. “Langkah itu diambil, karena kami mengkhawatirkan, akibat gempa aka nada tanah longsor,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKGm encatat gempa terjadi 13 kilometer Timur Laut Sukabumi, Jawa Barat . Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer, 34 kilometer barat laut, Kota Sukabumi. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kabid Humas BMKG Taufan Maulana dalam keterangan tertulis, Selasa (10/03).

Gempa terasa hingga Jakarta. Beberapa pegawai gedung perkantoran merasakan dampak gempa Sukabumi tersebut.

Cepi Kurniawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here