DD dan ADD Lambat Turun, Pembangunan Desa Terhambat

0
148
Ilustrasi

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Dana Alokasi Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) untuk desa-desa yang ada di dua kecamatan, Cisarua dan Megamendung masih mengalami penundaan untuk pencairannya. Ini karena masih adanya desa yang haru direvisi pengajuannya. Padahal, dana bantuan yang bersumber dari Pemkab Bogor dan pusat itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjalankan roda pembangunan di tingkat pedesaan.

“Hingga saat ini belum cair, baik itu ADD maupun DD. Dana bantuan dari pemerintah itu merupakan dana untuk pebangunan di masing masing lingkungan yang sudah terprogramkan oleh desa kami. Mudah mudahan dalam waktu dekat ini dua dana program bagi pembangunan itu segera cair,” ujar Sekdes Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Firmansyah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Apdesi Kecamatan Cisarua. Ia menyebutkan, melalui dana ADD dan DD, pembangunan di tingkat desa secara bertahap terus tertangani di setiap 3 bulannya, baik itu untuk perbaikan sarana umum yang rusak maupun pembangunan yang sipatnya penting bagi masyarakat. Bahkan, pemberdayaan bagi warga melalui dana tersebut kini akan terus ditangani.

“Sangat dua program itu bagi pemerintahan desa. Karena, dengan adanya dana tersebut kita selaku pemerintahan desa secara berkala terus merencanakan berbagai pembangunan untuk kebutuhan masyarakat. Bahkan, jika pembangunan fisik terselesaikan, kita akan fokus kepada pemberdayaan bagi sumber daya manusia yang ada di desa kita. Seperti, untuk pemberdayaan para perangkat bumdes. Ini diperlukan supaya para perangkat bumdes bisa meningkatkan ilmunya dalam mengelola bumdes melalui pemberdayaan. Dengan demikian, dua dana bantuan itu sangat berarti bagi pemerintahan desa,” pungkas Yayan Nuryana, yang juga sebagai Kepala Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua.

Dadang Supriatna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here