Sambut Baik Pelatihan Kepemimpinan, Pandeglang Harapkan Tambah Penyuluh Untuk Dukung Kostratani

0

Pandeglang, Jurnal Inspirasi

Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Bagi Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mendukung Kostratan  yang dihelat Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinabn Pertanian (PPMKP), disambut baik Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi.

“Materi pelatihan memuat bagaimana menggerakkan kepemimpinan bagi penyuluh untuk diterapkan mengelola BPP dan diajarkan ke kelompok tani, menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Sehingga tidak fokus hanya pada budidaya saja, tapi bagaimana dari hulu sampai hilir, “ ujarnya di Gedung Yayasan Baitul Hamdi Kecamatan Menes, Selasa (3/3).

Menurutnya kurikulum pelatihan  sangat tepat dan selaras dengan kondisi di Pandeglang yang memiliki keunggulan komparatif di segala komoditas. Namun Budi menyayangkan keunggulan tersebut  nilai tambahnya belum bisa dinikmati petani.  Ia mencontohkan Pandeglang  sebagai pemasok talas beneng.

“Petani menanam dan memasok talas beneng bahan baku pembuatan kue terkenal dari Bogor, hanya menanam jadi  nilai tambahnya tidak untuk mereka, padahal  kalau mogok sehari saja tidak memasok, gak akan produksi kue bolunya, “ tuturnya.

Kepada 40 Kepala BPP se Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, ia berpesan agar selalu mengupdate pengetahuan dan selalu belajar memahami hal – hal teknis di lapangan, serta meningkatkan kemampuan manajerial melalui pelatihan dengan cara mengikutinya dengan tekun dan serius agar bisa diaplikasikan dan ditransfer kepada petani.

Terkait dengan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan), ia menegaskan, berkurangnya jumlah penyuluh pertanian dan kondisi bangunan BPP yang banyak sudah tidak layak menjadi persoalan yang harus  mendapat perhatian.

“Ada 339 desa di Kabupaten Pandeglang, sementara penyuluh jumlahnya terus berkurang. Jika kondisi ini dibiarkan maka penyuluh akan menjadi makhluk langka, padahal mereka dibutuhkan untuk  menggerakkan sumberdaya pertanian mendukung Kostratani, “ ujar Budi.

Di era 4.0 yang serba digital dikatakan Budi, dibutuhkan sumberdaya yang memadai untuk mencapai satu desa satu penyuluh. Ia berharap pada perekrutan SDM yang akan datang pemerintah pusat dapat menambah kuota khususnya untuk Kabupaten Pandeglang.

RG/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here