Fadli Zon Resmikan Mushola di SMPN 1 Megamendung

0
158

Megamendung, Jurnal Inspirasi

Mushola Nurul Fadli di SMPN 1 Megamendung, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu bukti kepedulian para alumni di sekolah tersebut. Dikomandoi anggota DPR RI, Fadli Zon dan para alumni yang dulunya bersekolah di SMPN 1 Cisarua, mushola bekas ruangan penjaga sekolah itu secara resmi sudah bisa dipergunakan.

Fadli tiba di lokasi sekolah sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung disambut tepuk tangan ribuan siswa. Sementara, Kepala SMPN 1 Megamendung, Yusup beserta Camat Megamendung, Kepala Desa Pasir Angin, Kepala UPT DLH Ciawi dan para Alumni Meganecis mendampingi Fadli hingga masuk ke mushola.

Usai meresmikan Mushola Nurul Fadli, Fadli mengatakan, adanya mushola itu merupakan hasil gagasan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Megamendung beberapa hari lalu. Dimana, saat ini dapat terwujud dengan baik.

“Ahamdulillah, pak Yusup telah mewujudkan impiannya yang hari ini saya resmikan. Meskipun masih belum seratus persen selesai,” kata Fadli kepada wartawan.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, keberadaan mushola ini bisa menjadi tempat para siswa khususnya yang beragama islam agar dapat melaksanakan ibadah dengan mudah, serta menjadikan sarana lainnya seperti tempat membaca Al Qur’an.

 “Siswa disekolah ini kan banyak, tapi sarana ibadahnya terbatas. Makanya, dengan adanya mushola baru ini bisa digunakan sebagai tempat ibadah dan belajar baca Al Qur’an,” ucapnya.

Fadli mengungkapkan, sebagai alumni dari SMPN Cisarua 1 yang sekarang jadi SMPN 1 Megamendung, ia dan para alumni merasa terpanggil untuk mendukung segala kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Terutama, mengenai pengadaan mushola serta kantor alumni.

“Apa yang diinisiasikan pak Yusup sebagai guru kami dulu, harus didukung. Terlebih mengenai sarana ibadah,” tuturnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Megamendung, Yusup mengucapkan terima kasih atas apa yang menjadi sumbangsih dari para alumni. Karena, tanpa dukungan dan sumbangsih serta kerja samanya tidak akan tercapai baik.

 “Sebenarnya sudah ada dua mushola disekolah ini, namun yang satu kecil. Karena itu, kami membuatkannya lagi mushola untuk siswa laki – laki. Apalagi kan siswa kami sangat banyak hampir sekitar seribu. Semoga dengan dua mushola ini  siswa bisa beribadah dengan leluasa,” tukasnya.

Dede Suhendar | Deny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here