Warga Pasirgintung Bangun Jalan, Namun Kecewa Kades tak Pernah Datang

0
236

Nanggung, Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Kampung Pasirgintung di lingkungan RW 03 dan RW 04, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung melakukan swadaya membangun jalan lingkungan menuju tempat pemandian (kobak) sepanjang 50 meter. Sebelumnya jalan menuju kobak telah selesai dibangun Selasa (25/2) dan dilanjutkan pengerjaan jalur  kali Cicaung sepanjang 30 meter dimana jalan itu  biasa digunakan kaum perempuan untuk memenuhi  bermacam kebutuhan. “Kedua jalan tersebut alhamdulilah rampung dibangun dan sudah bisa digunakan,” kata ketua RT setempat, Asep Cilung kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurutnya, meski insfrastruktur jalannya sudah bisa digunakan tetapi langkah berikutnya tinggal menata dengan dibangunnya kobak pemandian khusus perempuan.” Tentunya memanfaatkan sumber air dengan cara menggunakan slang ke tempat pemandian perempuan a sepanjang 70 meter,” sebut Cilung.

Dia menerangkan, jelang Ramadhan ini tempat pemandian tersebut akan dipasang listrik di sepanjang jalan.” Akan ditata sedemikian rupa mudah-mudahan  bisa terwujud,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi pengerjaan yang dimulai  Minggu (9/2) lalu, hingga pekan ketiga, Kades Batutulis Ade Supriatna tidak terlihat hadir.” Bahkan beragam foto kegiatan gotong royong pun di upload di beberapa laman akun Facebook dan tidak sedikit yang mengkritik ketidakhadirannya.

Sebelumnya dikatakan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Batutulis, mengenai adanya gotong royong  bangun jalan yang digagas warga Pasirgintungbawah yang sebelumnya sudah diinformasikan ke Kades.” Dilaporkan mah sudah,” ujar Erwin.

Informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, pengerjaan betonisasi Jalan lingkungan bersumber dari  swadaya masyarakat dan dibantu berupa bahan material  dari PT Pansenwen Bentonite dan Kepala Puskesmas Leuwisadeng.

Sementara, Parid Samsudin alias Agenk mengaku kecewa setiap adanya gotong royong  Kepala Desa Batutulis belum pernah datang.” Padahal budaya gotong royong merupakan salah satu media untuk mempersatukan dan perwujudan nyata  di masyarakat,” cetusnya.

“Kegiatan gotong royong ini sudah berlangsung empat kali, dan setiap minggu kami bersama masyarakat lainnya selalu bergotong royong, tapi anehnya, pak Kades tak pernah hadir  entah apa sebabnya,” jelas Agenk dengan nada kecewa.

Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here