Colas Rail Sarankan Pemkot tak Pakai Trem Bekas

0
Dedie A Rachim

Bogor, Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan keberadaan moda transportasi berbasis rel, yakni trem. Selasa (25/2), Wakil Walikota Dedie A Rachim kembali bertemu dengan perusahaan asal Prancis Colas Rail, untuk membicarakan lebih lanjut terkait teknis, regulasi dan permasalah finansial.

Usai pertemuan, Dedie mengatakan, pembahasan tersebut juga menyinggung mengenai teknis pengoprasian trem, depo hingga jenis trem yang bakal dipergunakan.

Dedie menyatakan, lokasi pembangunan depo trem, yang memang menjadi kendala. Hal itu lantaran pemerintah tak memiliki lahan yang cukup dan strategis, untuk membangun depo.

“Kota Bogor ini tidak punya aset atau lahan yang cukup untuk depo yang membutuhkan luas sekitar 5 hektar. Kalaupun ada harus pembebasan dulu. Nah, ini jadi PR,” ujar Dedie kepada wartawan.

Kendati demikian, kata Dedie, rencananya depo trem bakal dibangun di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Hal itu lantaran lokasi tersebut dinilai strategis. “Ya, bagusnya memang disisi jalan tol,” katanya.

Ia menuturkan, Colas Rail menyarankan untuk menggunakan trem baru, dan bukan hibah dari Utrech, Belanda. Pasalnya, trem hibah sisa masa pakainya hanya 10 hingga 15 tahun lagi. Berbeda dengan barang baru yang dapat digunakan 30 sampai 40 tahun ke depan.

“Kalau trem hibah, kita nanti perlu pengadaan lagi setelah 15 tahun di tambah maintenance nya lebih mahal. Pemkot sebagai user tidak menolak karena ini kan program pemerintah pusat,” paparnya.

Dedie menambahkan, mendatangkan trem hibah dari Belanda, estimasi biaya pengiriman trem tersebut cukup tinggi. “Estimasi satu unit 3 miliar di kali 22 jadi sekitar 66 miliar belum asuransi, tarolah 100 miliar totalnya,  kemudain harus di modifikasi dulu di PT. Inka, di pasang AC, baterai dan lain lain,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director Colas Indonesia Christophe Chassagnette menjelaskan bahwa secara keseluruhan kerjasama dengan pemkot berjalan mulus. Pihaknya, sambung dia, menyodorkan kajian sesuai dengan kondisi demografi.

“Kami akan buat beragam skema soal trem yang disesuaikam dengan kebutuhan Kota Bogor. Selain itu juga bakal ada opsi agar hasil kajian bisa diujicobakan, dan dapat berlanjut ke tahap berikutnya,” tandasnya.

Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here