Bojongkulur Teredam Lagi

0
137

Gunungputri, Jurnal Inspirasi

Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, kembali  terendam  lagi, banjir kedua di awal tahun 2020 ini disebabkan, air Sungai Cileungsi yang berhulu  di wilayah Kecamatan Sukamakmur dan Babakan Madang itu, debit airnya meluap.

“Banjir di Bojongkulur ini, karena Sungai Cileungsi, tak mampu lagi menampung debit air yang terus naik,  akibat di bagian hulu dan hilir diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari ini,” kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi – Cikeas (KP2C) Puarman, kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/02).

Puarman menerangkan, selain menggenangi wilayah Bojongkulur, banjir luapan Sungai Cileungsi juga merendam sejumlah perumahan dan pemukiman di wilayah Kota Bekasi, seperti di Pondok Gede, Jati Rasa dan Bekasi Barat.

“Sungai Cileungsi ini setiap musim hujan memang airnya sering meluap dan menggenani pemukiman baik di Gunungputri maupun Kota Bekasi, salah satu sebabnya, kondisi Sungai Cileungsi yang makin menyempit dan dangkal,” ungkap Puarman.

Banjir kedua di awal tahun 2020 ini, kata Puarman, mulai menggenani pemukiman Selasa dini  hari. Air yang menggenani pemukiman rata-rata satu mata kaki orang dewasa hingga lutut. untuk wilayah Bojongkulur, banjir menggenani pemukiman warga di 6 RW “Selasa siang, genangan air sudah mulai surut, lumpur serta sampah yang masuk kerumah-rumah warga sudah dibersihkan,” katanya.

Meski air sudah surut, kata Puarman, tim KP2C dan unsur dari Resimen I Pasukan Pelopor Cikeas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tim dari Kecamatan Gunungputri, Polsek dan Koramil serta  Pemerintah Desa Bojongkulur masih siaga.

“Musim hujan kan belum ada tanda berakhir, tim terus siaga, sebagai langkah antisipasi, di mana ketika air Sungai Cileungsi meluap lagi, kami bisa cepat informasikan kepada warga,” katanya.

Waduk Solusi Permanen

Banjir yang acap kali menggenani wilayah Bojongkulur dan Kota Bekasi, bakal segera ditangani pemerintah pusat dengan rencana membangun Waduk Naraogong, di wilayah Kecamatan Sukamakmur.

Waduk tersebut berfungsi menampung air Sungai Cileungsi, ketika debitnya naik di musim hujan. “Banjir tahunan yang selalu menggenangi ratusan rumah di sebagai wilayah Desa Bojongkulur serta Kota Bekasi itu perlu diatasi secara permanen, sebab jika tidak, tiap musim penghujan datang, banjir akan terus melanda,” kata dua Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Mochamad Ikhsan, meninjau dampak banjir akibat Sungai Cileungsi.

Banjir di awal tahun 2020 itu, kata politisi PKS yang tinggal di Kecamatan Gunungputri itu membuka mata hati semua pengambil kebijakan, tak hanya di Kabupaten Bogor saja, sebagai pemilik wilayah, tapi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, para pengambil kebijakan di pemerintah pusat sudah merancang beberapa rencana, untuk mengatasi agar aliran dua Sungai Cileungsi dan Cikeas, tak lagi meluap, ketika debitnya naik di musim hujan. Ini langkah nyata, kami (DPRD-red) Jabar pun siap membantu dengan menyampaikan usulan rencana itu ke DPR – RI,” katanya.

Aleg yang tinggal di Desa Bojongkulur itu lebih lanjut mengatakan, solusi pencegahan banjir tahunan di Bojongkulur, dalam tahap pematangan program.

“Besok (hari ini-red), Komisi IV DPRD Jabar dan  Komisi V DPR- RI bersama Gubernur Jawa Barat dan Banten serta Kementrian PUPR, dan beberapa pihak terkait akan rapat membahas masalah banjir dan penanganannya,” tuturnya.

Sambil menunggu solusi jangka panjang, Ichsan meminta, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan sejumlah langkah preventif, misalnya menata kembali bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai serta penanganan sampah.

“Keberadaan bangunan di bantaran sungai dan sampah yang dibuang, ikut menghambat jalannya air Sungai Cileungsi. Ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Bogor,” tutupnya.

Mochamad Yusuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here