Kick Andy Off Air, CGM Bangun Semangat Toleransi, Solidaritas Berbangsa

    0
    219

    BOGOR | JURNAL INSPIRASI
    Panitia Bogor Street Fest – CGM 2020 menggelar rangkaian pra event. Sebelumnya baksos dan bazar di mall BTM yang sampai saat ini berlangsung, pada Sabtu (18/1) kembali menggelar kegiatan dengan Kick Andy off air, di kampus Insitut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Kota Bogor.

    Kegiatan yang didukung salah satu media nasional dan kampus tersebut diatas mengangkat tema CGM sebagai Ajang Pemersatu Bangsa. Kegiatan yang pertama sekali dilakukan selama kegiatan CGM berlangsung ini menghadirkan beberapa tokoh. Selain Andi F Noya, juga narasumber inspiratif, Walikota Bogor, Bima Arya, Peace Generation, Yenny Wahid.

    Ketua Panitia CGM, Arifin Himawan menuturkan dengan kegiatan ini dapat membangun pola pikir masyarakat, untuk terus mencintai budaya nasional, menghargai keberagaman.

    “Terpenting dengan kegiatan Kick Andy off air ini, bisa membangun semangat toleransi, solidaritas berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang beragam,” ungkap Arifin Himawan.

    Tambah pria yang akrab disapa Ahim ini, dengan kegiatan tersebut diatas bisa menghambat berkembangnya

    benih perpecahan di tanah air dan Bogor khususnya. Sesuai dengan tujuan, panitia selain menghadirkan narasumber dari tokoh nasional dan berkompeten juga ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk kaum milineal

    “Milineal ini pas untuk menjaga persatuan, kesatuan bangsa, negara dan masyarakat untuk masa depan,” terang Ahim. Semakin meriah, kegiatan diramaikan dengan atraksi seni dan budaya, yang menggambarkan keberagaman di Bogor.

    Diantaranya, Kie Lin dari Per Gerak Badan (PGB) Bangau Putih, Bonge Saleor
    dan grup band alumni IPB University, DʼLinkers. Mengingatkan kembali, Cap Go Meh Bogor Street Festival. Tak lain sebagai salah satu pencetus
    tetap terjaga Dan berkembang budaya lokal secara masif.

    Dalam rangkaian CGM juga, fakta adanya akulturasi budaya dalam

    masyarakat Nusantara khususnya di Bogor. Sedangkan dalam ranah budaya, terjadinya akulturasi yakni suatu

    keniscayaan yang tak terelakkan. Perpaduan budaya nusantara yang damai dan harmonis senantiasa melahirkan kearifan lokal yang mumpuni dan unik.

    Dimana terjadi akulturasi budaya Tionghoa dengan masyarakat nusantara.

    (humas/panitiaBSF-CGM2020)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here